Pesan-Pesan Dakwah Dalam Film 3 Idiots

Diposkan pada 27 Dec 2016 11:19


Film 3 Idiots merupakan film India yang dirilis pada tahun 2009, dan menjadi film terlaris sepanjang sejarah Bollywood. Film 3 Idiots juga berhasil meraih berbagai macam penghargaan film Internasional. Film ini diadaptasi dari novel best seller karya Chetan Bhagat yang berjudul “Five Point Someone”. Film ini mengusung beberapa kritik sosial dan budaya, utamanya mengkritisi nilai-nilai sosial yang hidup di masyarakat pada umumnya. Berdasarkan latar belakang pemikiran tersebut, maka penelitian ini bermaksud untuk mengetahui tanda apa saja yang digunakan untuk mengkonstruksi pesan dan apa saja pesan dakwah Islam yang terkandung dalam film ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis semiotika pendekatan Ferdinand De Saussure. Secara umum di dalam konsep semiotika Ferdinand De Saussure terdapat tiga pandangan mengenai tanda, yaitu; signifier (penanda) dan Signified (petanda), Langue (struktur/sistem abstraksi bahasa), Parole (tuturan, ujaran), dan Syntagmatic (sintagmatik) dan Associative (paradigmatik). Sedangkan analisis pesan dakwah dilakukan untuk melihat pesan-pesan dakwah Islam yang muncul dalam film 3 Idiots.. Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa di dalam film 3 Idiots terdapat lima pesan dakwah yaitu; pertama, pesan theologies yang ditampilkan dengan citra menggugah kesadaran seseorang tentang eksistensi Tuhan. Kedua, pesan tentang pendidikan. Dalam pesan ini dilontarkan kritik atas system pendidikan yang ada. Ketiga, pesan tentang solidaritas. Pesan ini menekankan pada sikap yang harus diambil ketiga saudara atau teman menghadapi kesulitan, maka harus mengambil tindakan untuk dapat membantunya. Keempat, pesan tentang kerukunan umat beragama. Kelima, pesan tentang amar ma’ruf nahi munkar atau mengajak kepada kebaikan dan mencegah hal-hal yang munkar. Pesan-pesan tersebut dikonstruksi dengan baik. Penanda (signifier) dan petanda (signified) atau symbol digunakan untuk merepresentasikan makna. Bahasa (langue dan parole) digunakan dan susunan tanda (syntagmatic) dan asosiasi (association) dirangkai untuk mengusung pesan tertentu, yaitu tindakan ‘gila’. Semuanya disusun secara menarik, sehingga pemirsa dengan mudah dapat menangkap makna yang dimaksudkan.